Kali ini gue lagi pengen membahas tentang keberhasilan dan uang, apa sih sebenernya yang membuat seseorang bisa berhasil saat dewasa? Mengutip banyak pendapat orang:
"Wajar aja dia sukses karena bapaknya kaya sih, punya perusahaan" atau
"Uangnya banyak, sekolahnya bagus, makanya kerja juga gampang" atau
"Temen - temennya punya usaha sih jadi dia banyak relasi buat sukses"
hmmm gak salah sih pemikiran kaya gitu, tapi juga gak 100% bener menurut gue. Pemikiran - pemikiran kaya gini mungkin yang bisa bikin keluarga mana aja terbatasi, dan mikir kalo ga kaya ya ga bisa sukses, klo gaada uang ya sekolahnya jelek, klo cuma mampu sekolahin sampe jenjang SMA palingan jadi apa sih, belum mencoba udah membatasi diri dengan pemikiran begitu. Tapi, coba dipaparin lebih luas, apa iya sih sekedar uang yang membuat masa depan itu cerah?
***
Terkadang kita justru melupakan poin terpenting dari semua ini, menurut gue pion utamanya seorang anak bisa berhasil adalah orangtuanya. Kenapa? Banyak kok anak yang beruntung lahir di kehidupan serba cukup tapi tersandung masalah (ex. drugs or something) ada juga ada yang lahir dengan keberuntungan diberikan orang tua luar biasa walaupun materinya biasa aja bahkan kekurangan (ex. inget gak cerita bapak tukang becak yang berhasil lulusin anaknya di kedokteran? Two thumbs up, salut buat si Bapak).
Orangtua itu membentuk dasar - dasar kepribadian dimana kita bisa punya cara berbeda menerima ilmu, kadang ilmunya sama tapi dengan kepribadian berbeda, hasil juga bisa berbeda. Contohnya aja orang yang belajar kedokteran, di satu orang dia bisa jadi dokter yang bermanfaat di masyarakat tapi di satu lagi dia bisa jadi dokter malpraktek atau semacam psikopat? Mirisnya kalo anak sudah jatuh yang disalahin orang tuanya, kalo anak berhasil banyak pandangan sebelah mata yang memuji kekayaan orangtuanya aja (so sad).
Orang tua itu pion utama tapi bukan satu - satunya faktor gagal dan berhasil seseorang, cuma sebagai orang tua lebih punya wewenang untuk membatasi lingkungan, membatasi hal - hal menyimpang lebih dini, punya andil untuk menasehati.
***
Hal kedua yang gak bisa dipungkiri ya lingkungan, menurut gue bener banget disekolahin tinggi itu bukan cuma sekedar ilmu (sebenernya gue bahkan uda lupa tentang susahnya soal matematika, fisika, afalan sejarah pas jaman sekolah) tapi yang membawa pengaruh sampai kita dewasa itu lingkungan temen - temen yang sampe sekarang kita masih suka diskusi, atau temen - temen yang sekarang uda gak pernah ketemu lagi tapi pemikiran jaman kita sekolah bareng itu sedikit banyak ikut membentuk kita, dan culture yang memang masuk saat kita mencari jati diri so bisa dibilang jati diri kita sekarang itu ada yang dibentuk dari sana.
Orang tua yang paham akan pentingnya lingkungan dan pergaulan akan banting tulang buat sekolahin anaknya di tempat yang baik ketimbang manjain dengan menuruti keinginan yang bersifat konsumtif. Karena hal semacam itu bisa menyusut, sedangkan otak kita berkembang kalo ketemu orang yang memberikan dampak positif.
Nostalgia sedikit, gue inget banget waktu itu tetangga ngomong pas gue lulus SMA dan kerja sebagai temporary staff di salah satu event di jakarta, dia bilang "kok masih kerja aja, kan papanya uda kerja juga? Uda mencukupi?"
***
Nostalgia sedikit, gue inget banget waktu itu tetangga ngomong pas gue lulus SMA dan kerja sebagai temporary staff di salah satu event di jakarta, dia bilang "kok masih kerja aja, kan papanya uda kerja juga? Uda mencukupi?"
Menurut gue ini pertanyaan yang aneh sih, disaat gue sekolah emang orang tua bertanggung jawab atas pendidikan dan kebutuhan gue agar punya bekal untuk masa depan yang baik, tapi gue juga harus menyiapkan diri untuk produktif dan membahagiakan mereka bukan cuma ngabisin keringet kerja keras mereka tapi ternyata gue tetap gak bisa apa - apa.
Beruntungnya orang tua gue gak pernah ngelarang gue untuk ngelakuin hal - hal positif untuk jadi anak yang mandiri. Bisa gak dibayangin kalo orang tua gue ngomong "uda gak usah kerja - kerja, papa mama masih kerja kok" kemungkinan pertama saat lulus kuliah gue belum siap untuk dunia kerja, dan jadi memperlambat langkah anaknya, kemungkinan kedua gue akan merasa nyaman "papa mama masih kerja, aku bisa santai aja".
***
For the last, menurut gue keberhasilan sesorang itu kadang gak ada tolak ukurnya. Gak bisa kita sama ratain kalo berhasil adalah punya uang banyak, bisa beli apapun yang kita mau, bisa travel ke seluruh dunia. Gak bohong sih ngebayanginnya aja memang enak kalo bisa kaya begitu hahaha tapi, itu bukan satu - satunya patokan berhasil dalam hidup.
Bisa aja keberhasilan itu adalah menemukan pasangan yang tepat dan membangun keluarga yang baik, atau kita punya profesi sesuai passion yang membuat happy setiap hari, atau berhasil menjadi anak ketika menyediakan waktunya untuk mengurus orang tua.
Jangan pernah membatasi keberhasilan, dan jangan pernah nge-judge seseorang gagal cuma karena dia gak punya ukuran keberhasilan yang sama dengan kita
-- Lets say thanks to our parents --

No comments:
Post a Comment